Review Film Saban’s Power Rangers: Penuh Nostalgia Memikat Dengan Kemasan Segar

review film saban's power ranger

Bagaimana sebuah serial anak-anak lebih dari dua dekade lalu diangkat kembali ke layar lebar dan dengan interpretasi baru? Saban’s Power Rangers merupakan film yang diangkat dari kisah awal serial Mighty Morphin Power Rangers. Merupakan salah satu film yang amat ditunggu tahun ini terutama penggemarnya, apa hal segar yang ditawarkan oleh filmnya?

Kisahnya sendiri tetap berakar dari serial terdahulunya. Kisah dari kelima remaja yang kemudian menemukan takdir mereka sebagai Power Rangers. Namun yang berbeda di sini adalah bagaimana baik Jason, Kimberly, Billy, Trini dan Zack melalui proses yang disampaikan dengan cara berbeda. Tema bullying dan juga kebimbangan masa muda memberikan fondasi karakter-karakternya yang memiliki sifat yang amat berbeda satu sama lain. Namun di sini lah sejatinya Power Rangers berasal, tidak hanya sebatas mengandalkan kekuatan super mereka saja namun juga bersatunya mereka pun disajikan dengan alami. Apalagi penggambaran ulangnya juga terbilang amat berhasil di mana unsur humanisme dalam hal pergolakan batin tiap karakternya juga disajikan dengan baik.

Baca Juga:  Review Film Life: Film Luar Angkasa Menakutkan Tanpa Karakter

Jelas sekali jualan utama filmnya adalah 30 menit akhirnya yang terbayarkan dengan maksimal. Pertarungan rangers melawan Rita dan juga aksi Megazord nya sangat memikat. Percayalah, bagi penggemar Power Rangers dalam dua jam durasinya juga akan mendapatkan berbagai trivia dari serial-serialnya yang dulu pernah tayang di Indonesia. Apalagi ada tiga kejutan yang sangat manis dalam filmnya dan akan membuat penggemarnya tersenyum.

Karakter yang diperankan dengan sangat baik

review film saban's power ranger

Perihal pemainnya, jelas kelimanya sangat layak untuk diberikan pujian. Dacre Montgomery berhasil memberikan unsur kepimpinan yang bagus sebagai Jason Scott. Apalagi karakternya di sini juga memperlihatkan pergolakan batin yang sangat terlihat dan insting keberaniannya begitu pas ditampilkan. Sementara itu Naomi Scott sebagai Kimberly Hart yang menampilkan sesosok wanita yang lembut namun keras di dalam kepribadianya. Zack yang diperankan oleh Ludi Lin juga memberikan sisi  seorang pria yang terlihat baik-baik saja dan berani ternyata memiliki hati yang murni, Sebagai ranger kuning yaitu Trini, Becky G juga berhasil memperlihatkan karakternya terasa tomboy namun memiliki kisah masa lalu yang depresif.

Baca Juga:  Review Film La La Land: Bagaikan Terbuai Mimpi Indah

Akan tetapi, pujian lebih patut ditujukan kepada RJ Cyler yang dengan brilian menjadi seorang Billy yang terlihat pintar dan kekurangan dalam dirinya juga begitu meyakinkan. Menjadi penjahat dalam filmnya, Elizabeth Banks begitu mengancam sebagai Rita Repulsa. Bahkan determinasinya terhadap kelima ranger itu sangat mengintimidasi dan bukan hanya sekedar lawan yang biasa-biasa saja. Bryan Craston dan Bill hader juga tampil apik sebagai Zordon dan Alpha 5. Zordon yang merupakan mentor dari Power Rangers memberikan sisi di mana ia masih terjebak oleh masa lalunya itu dan Alpha 5 juga terlihat culas pun lucu dalam mengiringi filmnya ini.

Adalah Dean Israelite yang juga harus diberikan apresiasi bagus dalam menyajikan kisah Power Rangers yang lebih segar. Terlihat sekali bagaimana pengarahannya dalam memperlihatkan sisi karakter yang amat diperdalam ketimbang di serialnya dulu merupakan pilihan yang tepat.  Walaupun begitu, unsur komedi yang juga ada di filmnya tidak terasa dipaksakan malah membuat filmya sendiri malah sangat nikmat untuk diikuti.

Baca Juga:  Review Film Ghost in the Shell: Surealis Menakjubkan yang Kekurangan Pesona Cerita

Adegan aksi baik dalam wujud manusia dan juga sebagai ranger sangat memanjakan mata. Tentu saja di sinilah akar lainnya dari serial terdahulunya diperbaharui dengan kesan yang melebihi serialnya. Apalagi selama ini Power Rangers sering dijelekkan karena terlalu patuh dengan versi Super Sentai yang diadaptasi oleh franchise nya, namun lewat film garapan Israelite ini menjadi jawaban tegas bahwa mereka bisa membuat hal yang baru. Dari sisi musik, Bryan Tyler juga sukses menghadirkan musik yang sangat sesuai dengan beat yang mengasyikkan terutama ketika final battle nya.

Kesimpulan

review film saban's power ranger

Overall, Saban’s Power Rangers merupakan film yang tidak hanya sekedar nostalgia, namun juga berhasil menghidupkan kembali franchise nya kepada penonton. Berterimakasihlah kepada Dean Israelite dan jajaran pemainnya yang tampil gemilang disertai kisah yang disajikan dengan baik. Well, It’s Morphin Time!